Bos Persib sebut petinggi PSSI songong

Sindonews.com – Tindakan para petinggi PSSI yang duduk di bangku cadangan (bench) saat Persib melawan Persiba Balik Papan pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Siliwangi, Bandung menuai reaksi keras. Ketika dikonfirmasi simamaung, Sriyanto yang saat itu bertugas sebagai Pengawas Pertandingan pun tidak dapat berbuat banyak. Ia mengatakan tidak dapat berbuat apa-apa sebab orang-orang yang duduk di bench tersebut adalah petinggi PSSI. Yaitu Tony Apriliani (Anggota Komite Eksekutif PSSI), Jafar Sidik (Sekretaris Umum PSSI Provinsi Jawa Barat), serta dua orang ajudan mereka. Keempat orang tersebut sempat diminta oleh manajer Persib Umuh Muhtar untuk tidak menempati bench dan dipersilahkan menonton pertandingan dari tribun kehormatan diatas. Namun Tony dkk bersikukuh untuk terus ada di bench dan mengancam akan memberhentikan pertandingan. Umuh takut, dengan duduknya Tony di bench Persib dapat menimbulkan kecurigaan di kubu lawan bahwa pertandingan tidak adil. Selain itu supaya kejadin ini tidak menjadi contoh kepada yang lain. “Saya sudah kasih tahu, mereka malah bilang kalau ada apa-apa ini bisa saya tutup. Malah gitu. Saya jadi aneh, kenapa bisa gitu. Kekuasaannya dia sebagai apa bisa menghentikan pertandingan,” cerita Umuh. “Saya takut dari Persiba nanti ada yang protes. Kenapa ada petingi PSSI ada di bench. Saya bagaimana nanti? Nanti dianggap berat sebelah,” sambungnya. Dari awal Umuh mengakui tidak ada konfirmasi dari pihak Tony akan datang untuk menonton pertandingan. Jika dari awal ada pembicaraan, maka panpel akan membuatkan tiket undangan. “Mereka harusnya tahu diri dan ada tempatnya. Kalau dari awal memberi tahu kita akan kasih undangan,” pungkasnya ( wbs ) dibaca 2.019x

Sumber: Sindonews