Daging Ayam Rp45 Ribu, Mendag: Itu Bukan Kelangkaan Pasokan

Suara.com – Menteri Perdagangan Rachmat Gobel membantah kenaikan harga daging ayam yang menembus Rp45 ribu di beberapa pasar tradisional di Jakarta terjadi lantaran kekurangan pasokan. Menurut dia pasokan kebutuhan bahan pokok seperti ayam, telur, gula, dan beras akan tetap aman sampai Lebaran. “Nggak, pasokan masih aman sampai saat ini. Itu bukan karena kelangkaan, tetapi ada pedagang yang bermain curang untuk meraup keuntungan di tengah maraknya kenaikan harga bahan pokok,” kata Rachmat saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (16/6/2015). Rachmat menjelaskan kenaikan harga komoditas daging ayam lantaran dimanfaatkan oleh para pedagang yang menggunakan azas manfaat dari momen bulan puasa dan Lebaran. Ia mengakui mendapatkan laporan dari beberapa pedagang ayam yang mengeluh rugi akibat harga jual daging ayam yang terus melambung. “Coba di daerah mana itu yang naik sampai segitu, kasih tau saya nanti saya ke sana. Soalnya kenaikannya dalam beberapa bulan terakhir ini harga daging ayam dan telur jatuh di bawah harga rata-rata. Akhirnya pedagang mengalami kerugian cukup lama,” katanya. Untuk mengoptimalkan pengawasan, Kementerian Perdagangan meminta seluruh perusahaan melaporkan seluruh merek dagang, terutama untuk produsen bahan pokok. “Akan ada sanksi bagi yang melanggar. Sanksinya apa, nanti kita lihat,” kata dia. Menurut pantauan Suara.com di Pasar Kopro, Jakarta Barat, kedua komoditas mengalami kenaikan sekitar Rp3 ribu-Rp10 ribu. Salah seorang penjual daging ayam di Pasar Kopro, Imron, mengaku harga daging ayam selama sepekan terus merangkak naik. Dia menjelaskan untuk saat ini harga ayam negeri yang biasanya di jual Rp35 ribu satu ekor kini harga daging ayam tersebut tembus Rp45 ribu per ekor. “Kenaikan ini mulai terjadi sejak dua minggu yang lalu, pelan-pelan mulai naik. Kalau hari biasa itu kita jual daging ayam Rp32 ribu/ekor. Karena ini mau puasa dia mulai naik terus. Tiga minggu jelang puasa Rp35 ribu, sekarang udah sampai Rp45 ribu per ekor,” kata Imron saat ditemui Suara.com, Jumat (12/6/2015).

Sumber: Suara.com