Danau Berubah Jadi Padang Pasir, Festival Air Thailand Dibatasi

Rimanews – Pemerintah Bangkok akan membatasi waktu perayaan festival air yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Warga tidak lagi diizinkan “bermain air” di atas jam 9 malam untuk menunjukkan solidaritas kepada para petani yang dilanda kekeringan Thailand menghadapi kelangkaan air paling parah dalam dua dasawarsa, yang melanda 14 dari 76 provinsi dan sejumlah besar lahan pertanian menghadapi risiko sama. Baca Juga Besok Tidak Ada Penjualan Tiket di Stadion Pakansari Alfred Riedl: Jangan Takut dengan Thailand Bek Timnas Indonesia Waspadai Kelincahan Teerasil Dangda Indonesia Coba Gunakan Tiga Bek Harga Tiket Final Piala AFF Naik Thailand sudah memasuki musim kering, yang biasanya terjadi pada Maret hingga Mei, dan itu berarti kekeringan akan semakin parah. Selain itu, lamanya festival Songkran juga akan dikurangi dari empat menjadi hanya tiga hari. “Ini sebagian bersifat simbolis, namun kami berharap bisa menghemat air juga karena danau-danau kami sudah menjadi padang pasir,” kata Wakil Gubernur Bangkok Amorn Kijchawengjul. “Kami tidak ingin warga kota sembarangan menyemprotkan air ke sekeliling sementara petani tengah berjuang.” Festival Songkran yang menandai Tahun Baru Thailand seringkali dirujuk sebagai perang air terbesar di dunia, di mana peserta saling menyemprotkan air dan semua orang, tua dan muda menyukai permainan ini. Sebagai atraksi wisata utama, pesta air Bangkok biasanya berlangsung hingga malam hari. Namun, tahun ini semua aktivitas saling semprot air harus dihentikan tepat pukul 9 malam. “Kami hanya akan menghentikan pesta,” kata Amorn. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Festival Air , Thailand , Kekeringan , asia , Internasional

Sumber: RimaNews