JK Sebut Banjir Jabar karena Gaya Hidup

Jakarta – Membuka Kongres Kehutanan Indonesia (KKI) VI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (30/11), Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyinggung perihal bencana banjir yang sudah dua kali terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat, dalam bulan November 2016. Menurut JK, banjir melanda Bandung dan sekitarnya dikarenakan pola atau gaya hidup masyarakat yang terlalu mengikuti pola hidup luar negeri, seperti dalam pola makan yang berubah mengikuti menu makanan barat yang ditanam di daerah dengan udara dingin. Akibatnya, bukit yang semula hutan untuk menampung air beralih fungsi menjadi lahan tanam, sehingga mengakibatkan longsor ataupun banjir. “Kenapa banjir di Bandung, Garut, atau pun di Dieng Jawa Tengah? Semua bukit-bukitnya, hutannya ditanami kentang, kol atau bayam dan sebagainya. Itu karena kita beralih dari pada makanan tropis ke makanan barat, makanan Eropa. Kentang kan bukan makanan kita dari zaman dulu. Kita ubi kayu. Semua makanan barat itu ditanam di daerah yang dingin. Yang dingin di sini bukan di daratan, di bukit (maka) dibabat untuk tanaman musim dingin,” katanya. Atas dasar itulah, JK menyarankan agar masyarakat cukup memakan ubi, kangkung ataupun jenis sayuran tropis sehingga hutan di perbukitan tidak dialihfungsikan menjadi perkebunan kentang ataupun kol. Seperti diberitakan, dalam satu bulan terakhir, Kota Bandung telah dua kali dikepung banjir. Sementara itu, di Kabupaten Bandung, banjir juga menggenangi ribuan rumah di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot. Guna mengatasi banjir terulang, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan menyiapkan anggaran mencapai Rp 300 miliar. Novi Setuningsih/CAH Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu