Sejarah Kelistrikan Diukir di Yogya

Rimanews – Pemerintah mengukir sejarah industri kelistrikan dengan memanfaatkan sumber energi alternatif untuk pembangkit listrik. Sejarah akan dimulai di Yogyakarte dengan pembangkit listrik energi bayu. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyampaikan keinginan tersebut di depan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X di Yogyakarta, Selasa (4/5/2015). Baca Juga Sumiatun tewas kesetrum saat tebang pohon Listrik dan BBM aman untuk natal dan tahun baru Listrik di Sebagian Wilayah Sulawesi Selatan Padam Kapasitas Listrik 2009 Ditargetkan 70 Ribu MW Menteri ESDM Minta Swasta Kembangkan Pembangkit Panas Bumi Ia menyampaikan tekadnya untuk membuat sejarah pemanfaatan sumber – sumber energi alternatif khususnya bayu di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Potensi energi bayu di Indonesia diperkirakan mencapai 950 MW. “Kita mau bikin sejarah Pak Gubernur, karena 350 tahun lamanya Belanda menjajah Indonesia tanpa membangun satu kincir pun, disini kita akan bangun dari Jogya. Dari Jogya kita bikin sejarah, mudah-mudahan bisa berlanjut di tempat yang lain,” ujar Sudirman Said dalam acara Peluncuran “Program Pembangunan Pembangkit 35.000 Mw” di Yogyakarta. Ditambahkan oleh menteri ESDM, listrik merupakan roda penggerak perekonomian dan kehidupan masyarakat. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perekonomian maka kebutuhan listrikpun akan terus meningkat. Berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi realistis 5-6% per tahun, maka Indonesia membutuhkan tambahan kapasitas pembangkit rata-rata 7.000MW per tahun dan tambahan jaringan transmisi rata-rata 9.300 kilometer sirkuit (kms) per tahun. “Sesungguhnya kita memiliki potensi dan cadangan energi terbarukan yang belum secara sungguh-sungguh kita bangun dan kembangkan,” ujar Menteri ESDM. Potensi panas bumi Indonesia diperkirakan mencapai 28.8 MW, tenaga matahari 112GWp, hidro dan minihidro 75 GW, energi berbasis bayu memiliki potensi 950 MW, sedangkan biofuel dan biomassa kita memiliki potensi yang amat besar, sekurang kurangnya 60GW,” imbuh Sudirman. Karena itu, lanjut dia, menjadikan sumber energi terbarukan sebagai tumpuan masa depan kiranya bukanlah merupakan pilihan, melainkan suatu keharusan. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : listrik , bisnis , Ekonomi

Sumber: RimaNews