Target 3 Angka, Persela Siapkan Perang Terbuka

MALANG – Persela Lamongan ingin memanfaatkan momen setelah menahan tuan rumah Arema Cronus 1-1 di laga pertama Piala Presiden. Kontra PSGC Ciamis di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (5/9), Persela mengincar tiga angka demi peluang lolos dari fase grup. Jika dikalkulasi dari aspek teknis atau kualitas tim di Grup B, hanya PSGC Ciamis yang layak menjadi incaran poin sempurna bagi Persela. Sebab di laga ketiga nanti Laskar Joko Tingkir masih ditunggu Sriwijaya FC. Kontra PSGC Ciamis, Persela merencanakan konsep permainan yang berbeda dibanding kala menahan Arema. Tim arahan Didik Ludiyanto bakal meningkatkan intensitas serangan demi memperbanyak kans menciptakan gol. Dengan skenario tersebut, maka sudah pasti Persela bakal bermain lebih terbuka dan mencoba jadi pihak yang lebih dominan. Jika bermain ultra-defensive seperti menghadapi Arema, maka tiga angka masih terlalu sulit terjangkau. “Tentunya sedikit-banyak ada perubahan gaya bermain. Kami harus lebih banyak menciptakan peluang dan gol, serta tidak hanya menunggu serangan balik. Saya prediksi kondisi pertandingan akan berbeda dengan sebelumnya (saat lawan Arema),” tutur Didik Ludiyanto. Diakui Didik, performa bertahan lawan Arema Cronus tidak bisa dihindarkan karena lawan memiliki kualitas di atas timnya. Kontra PSGC Ciamis yang dipandang satu level dengan Persela, Zaenal Arifin dkk dianggap pantas bermain normal. Dari komposisi pemain, belum terdeteksi akan adanya perubahan nama di tim utama. Namun ada kemungkinan tim kebanggaan Kota Soto mencoba dua pemain asing baru sebagai strarter yakni Tassio Bako yang berpososi bek dan Jules Basile sebagai playmaker. Didik sendiri belum menguak lebih gamblang soal kemungkinan perubahan komposisi timnya. “Tim yang bermain lawan Arema kemarin sudah solid. Saya lihat dulu kebutuhannya, sesuai dengan strategi yang akan dibawa Persela,” demikian Didik. Kapten Persela Khoirul Huda mengajak timnya bermain lebih bagus di pertandingan lawan PSGC Ciamis. Huda sepakat jika disebut pertandingan kedua nanti ada perbedaan besar dengan saat menahan Arema Cronus. “Tentu sangat berbeda. Pertandingan lawan PSGC menjadi kesempatan mencari kemenangan dan Persela harus lebih bermain menyerang. Saya rasa Persela mempunyai kekuatan lebih baik dibanding PSGC, tapi bukan berarti saya memandang mereka lemah,” kata Khoirul Huda. Kiper veteran yang menghabiskan karirnya di Lamongan ini juga tertantang menunjukkan kembali permainan impresifnya. “Saya sedang dalam kondisi dan konsentrasi bagus. Semoga bisa memberikan kontribusi besar pada tim,” pungkasnya. ( aww ) dibaca 2.884x

Sumber: Sindonews