Wujudkan Indonesia Sehat Melalui “Germas”

Jakarta – Masalah kesehatan “triple burden” saat ini menjadi tantangan besar bangsa Indonesia. Di saat penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan tuberkulosis belum tuntas teratasi, kini terjadi pergeseran pola penyakit, di mana penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat, ditambah lagi dengan munculnya penyakit-penyakit baru. Dari data Kementerian Kesehatan pada 2015, PTM seperti stroke, penyakit jantung koroner (PJK), gagal ginjal kronik, kanker dan diabetes menduduki peringkat tertinggi. Begitu juga dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS), jenis penyakit katastropik tersebut menyedot biaya paling besar. Guna mewujudkan Indonesia sehat, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah memprakarsai lahirnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi menjelaskan, Germas merupakan sebuah gerakan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, guna meningkatkan kualitas hidup. “Kalau dahulu pernah dikenal istilah gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan, Germas mirip seperti itu. Hanya saja sekarang gerakannya lebih masif, lebih terstruktur dan melibatkan semua komponen bangsa, mulai dari masyarakat sebagai individu, keluarga, pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakat, hingga akademisi untuk mulai menggerakkan hidup sehat dan berperilaku hidup sehat,” papar Oscar Primadi di saat ditemui di Beritasatu Plaza, Jakarta, Rabu (7/12). Oscar menegaskan, Germas harus dimulai dari keluarga sebagai bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.‬ Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain dengan mulai membiasakan aktifitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, hingga membersihkan lingkungan. “Kegiatan ini sebetulnya sangat mudah dilakukan, bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Saya melihat kesadaran untuk berperilaku hidup sehat sebenarnya sudah meningkat. Kegiatan car free day juga sudah digelar di banyak tempat. Tinggal ditingkatkan lagi perilaku hidup sehat lainnya,” tutur Oscar. Melalui berbagai upaya tersebut, lanjut Oscar, diharapkan pada akhir 2019 sudah bisa terlihat perubahan besar ke arah yang lebih baik. Melalui Germas, harapannya ada peningkatan yang signifikan dalam peran serta masyarakat untuk hidup sehat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas masyarakat serta mengurangi beban biaya kesehatan dalam program JKN-KIS. Herman/HA BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu