Carlo Ancelotti: Pep Guardiola Kepayahan di Liga Inggris? Itu Normal!

Ia tidak terkejut, pelatih sekaliber Pep kepayahan bertarung di kompetisi tersebut. Bukan berarti Pep memang benar-benar payah, dan selama ini cuma beruntung. Tetapi menurut Don Carlo, siapapun butuh beradaptasi di liga baru.
Pep Guardiola sempat menjalani periode ampuh di awal masanya bersama Manchester City. Namun kini, The Citizens malah berada di peringkat empat klasemen, tertinggal dari Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur. City juga terbukti, kesulitan ketika berjumpa tim-tim dari 10 besar. Kekalahan dari Chelsea, Liverpool, dan Tottenham adalah bukti nyata.
Banyak yang kemudian menuding, ini adalah bukti selama ini Pep Guardiola cuma terbantu oleh kompetisi yang tidak kompetitif. Di Liga Spanyol, Pep memiliki Barcelona, tim terbaik dalam dua dekade terakhir. Sementara di Liga Jerman, tidak ada yang bisa menyaingi Bayern Munchen. Seolah di Liga Inggris, segala keburukan Pep terungkap.
Namun menurut Carlo Ancelotti, kenyataannya tidak demikian. Don Carlo menyebut, sudah merupakan keniscayaan, ketika sebuah tim mengalami periode gelap, yang disalahkan adalah pelatih. Katanya dikutip dari AS, Saya tidak terkejut dengan kritik.

Di sepakbola, ketika segalanya berjalan apik (untuk tim) maka kita mengucapkan selamat kepada pemain (bukan pelatih). Dan ketika semuanya berjalan buruk, yang pertama kali dituding tidak becus adalah pelatih.
Soal Pep Guardiola yang menderita banyak kekalahan di Manchester City, bagi Ancelotti, itu juga hal normal. Meski ada Antonio Conte yang juga baru musim ini menangani Chelsea, Don Carlo menyebut, Tidak pernah mudah ketika seorang pelatih memulai di liga atau kompetisi baru. Anda selalu butuh periode adaptasi.
Sama seperti Guardiola, Carlo Ancelotti sempat merasakan masa-masa sulit di Bayern Munchen. Sebelum, akhirnya kini Die Roten kembali ke puncak klasemen dan unggul tiga angka dari peringkat kedua, RB Leipzig.

dangersofwateryoyos.com Situs Agen SBOBET Terpercaya, Casino Online