Gol Tunggal Adam Bawa Arema ke Semifinal

Skuat Singo Edan mampu menaklukkan Laskar Wong Kito dengan skor tipis 1-0 dan berhak melangkah ke babak semifinal.
Adam Alis Setyano menjadi pahlawan Singo Edan berkat gol tunggal yang ia lesakkan di menit 47. Adam pun mengaku cukup puas dengan hasil yang mereka torehkan kali ini.
“Saya senang karena akhirnya kami bisa melangka ke semifinal dan saya bisa mencetak gol kemenangan. Kabar bahwa Arema susah menang di Manahan itu ternyata cuma mitos dan saya senang kami bisa membuktikannya” ujar Gelandang berusia 23 tahun tersebut.
Pada jalannya pertandingan, jual beli serangan terjadi sejak menit babak pertama dimulai. Kedua tim berupaya memberikan ancaman ke lini pertahanan lawan, meskipun hingga akhir babak pertama tak satupun gol yang berhasil diciptakan dari masing-masing kubu.
Pada babak kedua, arsitek Singo Edan, Aji Santoso mencoba melakukan rotasi pemain, Ferry Aman Saragih dan Ahmad Bustomi pun diturunkan untuk menggantikan Felipe Bertoldo dan Hanif Sjahbandi. Namun, kebuntuan justru berhasil dipecahkan Adam yang mampu menciptakan gol melalui tendangan bebas yang gagal dihalau penjaga gawang Teja Paku Alam.
Di tengah ketatnya persaingan, Singo Edan harus bermain dnegan 10 pemain setelah Fery Aman Saragih diganjar kartu merah oleh wasit pada menit 78. Meskipun situasinya menguntungkan bagi kubu Laskar Wong Kito yang semakin intens menyerang, namun nyatanya hingga menit terakhir dibunyikan mereka gagal menembus pertahanan Singo Edan.
Meskipun berhasil memenangkan pertandingan, Aji Santoso mengakui banyak kelemahan yang masih dimiliki timnya. Satu diantaranya adalah emosi pemain yang masih sulit terkontrol.
“Saya akui tensi pertandingan cukup keras, Fery Aman Saragih sempat terprofokasi dan ada reaksi sehingga menimbulkan kartu merah. Akhirnya di menit-menit terakhir kami cukup tertekan. Ini pelajaran bagi pemain agar ke depannya mereka lebih bisa mengontrol emosi,” ujar Aji.
Sementara itu, akibat terlalu bernafsu dalam menciptakan gol, Laskar Wong Kito gagal memanfaatkan peluang yang ada, setelah Arema hanya bermain dengan 10 pemain. Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro mengungkapkan, selain terburu-buru, timnya seringkali kehilangan konsentrasi akibat sulitnya menembus pertahanan Arema.
“Arema itu bagus secara individunya dan emosi pemain terkuras sehingga mereka tidak bisa berkonsentrasi. Peluang memang sudah ada sejak babak pertama tetapi kami gagal memanfaatkannya,” ujar Widodo.

Tweet

Penulis:MIEditor:Sri Agustinadibaca:91514 Kali

dangersofwateryoyos.com pengeluaran togel hongkong Sumber: Lampost.co