Ini Komentar Guardiola soal Sepakbola Heavy Metal Klopp

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memuji arsitek Liverpool, Juergen Klopp. Dia berharap masih terus bisa belajar dari Juergen Klopp yang diyakininya sebagai pelatih yang mengusung pola menyerang paling hebat di dunia.
Hal itu diungkapkan Guardiola menjelang laga tim asuhannya di kandang Liverpool, Sabtu (31/12).
Guardiola dan Klopp pernah saling berhadapan sebelumnya ketika masih berkarier di Jerman menangani dua raksasa Bundesliga, Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund.
Pertemuan keduanya menghasilkan empat kemenangan bagi masing-masing pihak. Dortmund sukses menundukkan Muenchen lewat adu penalti di semifinal Piala Jerman 2015, sebelum menyerah kepada Wolfsburg di final.
Guardiola memang sukses merebut gelar ganda dalam dua musim bersama Bayern Muenchen. Namun dia juga pernah merasakan pahitnya kekahalan dari Dortmund asuha Klopp dalam dua Piala Super Jerman secara beruntun. Salah satunya adalah ketika menyerah 2-4 dalam pertandingan pertama Guardiola menangani Muenchen.
Kekalahan itu masih diingat betul oleh Guardiola. Mantan pelatih Barca itu pun dengan seksama mengenang pertandingan itu.
“Saya belajar banyak di Jerman lewat pertemuan pertama saya melawan dia di Piala Super Jerman. Saya masih baru saat itu. Luar biasa. Pertandingan itu sebuah pelajaran bagus bagi saya,” papar Guardiola.
“Kami kalah 2-4 di Piala Super dan di liga saya belajar bagaimana mengontrol situasi dan itu tidak mudah,” paparnya.
“Saat dia dia mengatakan bahwa sepakbolanya adalah ‘heavy metal’ saya benar-benar mengerti karena permainannya begitu agresif. Bagi fan dan penonton itu sangat bagus,” ungkapnya lagi.
Namun Guardiola menolak menyamakan permainan timnya dengan jenis musik. Namun dia mengandaikan pertandingan ini seperti final mengingat persaingan menuju tanggal juara Premier League yang melibakan timnya, Liverpool, serta Chelsea.
Chelsea saat ini bertengger di puncak dengan keunggulan enam poin atas Liverpool. Sementara Man City yang berada di urutan ketiga tertinggal tujuh poin oleh Chelsea.
“Saya sangat suka cara bermain liverpool karena dalam tiga atau empat detik mereka langsung menyerang,” tuturnya.
“Mungkin dia manajer terbaik di dunia yang bisa menciptakan sebuah tim yang menyerang pertahanan lawan dengan pemain yan dimilikinya dan intensitas permainan timnya baik dengan atau tanpa bola,” papar Guardiola lagi.
“Tak mudah melakukan itu. Merek menyerang dari sana (di kedalaman lini tengah), kadang melebar dengan (Nathaniel) Clyne dan (James) Milner, namun khususnya mereka menyerang dari tengah dan mereka melakukannya dengan sangat baik,” katanya.
“Saya pikir tak ada tim lain di dunia yang menyerang dengan begitu banyak pemain di tengah,” katanya.

Jaja Suteja/JAS
Goal

dangersofwateryoyos.com poker online terpercaya Sumber: BeritaSatu