Philipp Lahm Bakal Pensiun Akhir Musim Ini

Pria yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Jerman meraih Piala Dunia 2014, menyatakan tidak akan bisa bertahan di level tertinggi lagi. Sepanjang kariernya, Lahm tidak hanya disebut-sebut sebagai salah satu bek kanan terbaik yang pernah ada di muka bumi. Jiwa kepemimpinan dan sikap sportifnya selalu menjadi teladan sejak pertama kali menjalani debut pada 2002.
Tidak akan ada Philipp Lahm lagi dalam skuat Bayern Munchen musim 2017-2018. Sang kapten sudah mengumumkan keputusannya pensiun dalam laga DFB Pokal antara Bayern Munchen vs Wolfsburg pada Rabu (8/2). Sesuai laga tersebut, Lahm menyebut, Saya akan merampungkan karier di akhir musim ini. Saya sudah menyampaikan hal ini kepada petinggi klub tentang keputusan ini.
Saya bisa melanjutkan gaya kepemimpinan, memberikan yang terbaik setiap hari, di setiap latihan, hingga akhir musim. Saya bisa tetap melakukan hal-hal tersebut musim ini; tetapi tidak mungkin lebih jauh lagi.

Philipp Lahm sudah menjadi ikon besar bagi Bayern Munchen. Ia merupakan produk akademi Bayern yang ditetaskan sejak musim 2002-2003. Bersama Die Roten, Lahm mampu meraih delapan gelar Bundesliga. Jumlah yang mestinya bakal bertambah akhir musim ini, mengingat kini Die Roten berjarak empat angka dari pesaing terdekat, RB Leipzig.
Lahm juga sudah mendapatkan semua trofi yang tersedia dalam kariernya. Ia membantu Bayern Munchen menjadi juara Liga Champions 2013, setelah dua kali hanya mampu menembus final pada 2010 dan 2012. Selain itu, Lahm juga mendapatkan tujuh gelar DFB Pokal, tiga gelar DFL Super Cup, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antar Klub.
Salah satu pencapaian paling prestisius dalam karier Lahm adalah, ketika Jerman juara Piala Dunia 2014. Ketika itu ia bertindak sebagai kapten. Lahm dan rekan setimnya membalikkan mitos, bahwa tim Eropa takkan pernah menaklukkan Piala Dunia kala digelar di Amerika Selatan.
Tidak hanya prestasi, karier Lahm cemerlang juga karena ia seorang pemain yang disegani. Gaya bicaranya selalu sportif, dan penuh kewibawaan. Dengan demikian, perginya Lahm bukan hanya membuat Bayern kehilangan salah satu bek terbaik dunia, tetapi juga kehilangan kapten sekaligus teladan bagi tim.
Dengan usia 33 tahun dan torehan emas yang sudah diukir dalam kariernya, Lahm adalah seorang legenda.

dangersofwateryoyos.com Situs Agen SBOBET Terpercaya, Casino Online