PILGUB JATENG Biaya Pencalonan Mahal, Orang Baik Tak Bisa Tampil

Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang. Tingginya biaya politik untuk pencalonan gubernur dinilai membuat banyak kandidat yang baik dan potensial terhalang untuk mengikutinya. (JIBI/SOLOPOS/dok) SEMARANG- Tingginya biaya yang harus ditanggung calon gubernur (Cagub) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013-2018 membuat orang baik tak bisa tampil. Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Moh Yulianto, mengatakan orang-orang yang memiliki integritas dan kredibiltas baik tak berani maju menjadi Cagub karena tak punya dana. “Ini karena biaya Cagub pada Pilgub Jateng memang tinggi. Angka Rp100 miliar itu, minimal, masih bisa bertambah lagi,” katanya kepada Solopos.com di Semarang, Senin (27/8/2012). Tingginya biaya yang harus dikeluarkan seorang Cagub, lanjut dia, karena perilaku politik saat ini sarat dengan materi dan kebendaan. Segala sesuatu diukur dengan nominal uang, tanpa adanya uang operasional, maka kegiatan tak akan berjalan. Menurut Yulianto, pengeluaran terbesar seorang cagub pada Pilgub Jateng mendatang yakni untuk biaya operasional tim kampanye pemenangan dan biaya membayar saksi di tempat pemungutan suara (TPS). ”Selama perilaku politik masih sarat dengan materi dan kebendaan, maka tingginya biaya cagub sulit ditekan,” tandasnya. Dengan tingginya biaya yang harus dikeluarkan seorang cagub, sambung dosen FISIP Undip ini, maka ketika terpilih menjadi gubernur akan memanfaatkan kekuasaan untuk melakukan korupsi. Untuk mencegah kondisi ini, Yulianto memberikan solusi supaya sistem Pilgub dikembalikan seperti semula yakni melalui DPRD. Sebab di era otonomi daerah sekarang ini, menurut dia kewenangan gubernur terbatas, sehingga tak perlu dipilih secara langsung. Sebelumnya, mantan Gubernur Jateng, Ali Mufiz, menyatakan dana yang harus disiapkan seorang cagub untuk maju pada Pilgub Jateng 2013-2018 sekitar Rp100 miliar. Dana Rp100 miliar tersebut, antara lain untuk biaya memperoleh kendaraan partai, sosialisi, kampanye, dan saksi di TPS. lowongan kerja lowongan kerja Perusahaan distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos